Category: Featured

  • Sinergi Bea Cukai dan Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan 760 Kg Merkuri ke Filipina

    Sinergi Bea Cukai dan Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan 760 Kg Merkuri ke Filipina

    Pembongkaran upaya penyelundupan merkuri dalam skala besar di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok bekerja sama dengan Polda Metro Jaya. (Bea Cukai/Istimewa)

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok bekerja sama dengan Polda Metro Jaya berhasil membongkar upaya penyelundupan merkuri dalam skala besar di Pelabuhan Tanjung Priok. Pengungkapan kasus ini dipaparkan secara resmi dalam konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (13/5/2026). Langkah tegas ini merupakan perwujudan sinergi antar-aparat penegak hukum dalam menjalankan misi Asta Cita, khususnya untuk memperkuat penegakan hukum serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari peredaran bahan berbahaya dan beracun.

    Kronologi pengungkapan bermula pada 21 April 2026, saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap satu peti kemas berukuran 40 kaki yang direncanakan untuk diekspor ke Manila, Filipina. Kecurigaan muncul setelah petugas menemukan ketidaksesuaian antara dokumen pemberitahuan ekspor dengan isi muatan sebenarnya. Dari hasil pemeriksaan fisik, petugas menemukan sebanyak 760 botol cairan merkuri berlabel “Mercury Gold” yang disembunyikan di dalam selongsong karton dan disisipkan pada 145 gulungan karpet. Total barang bukti merkuri yang diamankan diperkirakan memiliki berat 760 Kg.

    Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, diketahui bahwa merkuri tersebut berasal dari aktivitas pengangkutan dan penjualan ilegal tanpa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), yang mengindikasikan keterkaitannya dengan pertambangan ilegal. Atas temuan ini, aparat penegak hukum telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

    Para pelaku diduga melanggar Undang-Undang tentang Perdagangan serta Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang telah diperbarui melalui UU No. 2 Tahun 2025. Total potensi kerugian negara dari upaya penyelundupan ini diperkirakan menyentuh angka Rp 30 miliar.

    Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi.

    Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan masyarakat.

    “Bea Cukai mendukung penuh pelaksanaan tugas pengawasan terhadap peredaran barang berbahaya. Masyarakat perlu memahami bahwa barang seperti merkuri memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan hidup, sehingga pengangkutan maupun ekspornya menjadi perhatian serius dalam pengawasan kami. Melalui sinergi dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan guna mencegah penyelundupan dan peredaran barang berbahaya,” ujar Adhang.

    Sebagai community protector, Bea Cukai terus memperkuat pengawasan terhadap kegiatan ekspor dan impor guna melindungi masyarakat dari ancaman barang ilegal dan berbahaya. Upaya penegakan hukum ini dilakukan demi kepentingan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan hidup. Bea Cukai Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan kepabeanan dan cukai melalui kerja sama lintas instansi, khususnya dalam pengawasan penyelundupan dan peredaran bahan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

  • Kawal Mayday 2026, Polda Sumsel Hadirkan Dapur Lapangan dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Buruh

    Kawal Mayday 2026, Polda Sumsel Hadirkan Dapur Lapangan dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Buruh

    Polda Sumatera Selatan memperkuat stabilitas keamanan nasional melalui pendekatan humanis dalam pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026 di Kota Palembang, Jumat (1/5/2026).

    Di bawah arahan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., jajaran kepolisian tidak hanya melakukan pengawalan massa, tetapi juga menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi program Presisi Polri.

    Kegiatan yang berpusat di Simpang Lima Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan ini menghadirkan fasilitas Dapur Lapangan dari Satuan Brimob serta layanan kesehatan gratis bagi peserta aksi. 

    Panduan& Petunjuk Perjalanan

    Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayan masyarakat.

    Sebanyak kurang lebih 416 massa buruh dari berbagai wilayah seperti Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir, Prabumulih, Banyuasin, hingga PALI mengikuti kegiatan “Rembuk Buruh” dengan tertib. 

    Seluruh pergerakan massa dari Benteng Kuto Besak menuju Gedung DPRD dikawal secara profesional oleh personel Polda Sumatera Selatan.

    Pendekatan pelayanan ini bertujuan memastikan aspirasi buruh tersampaikan secara aman tanpa mengganggu ketertiban umum, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas keamanan dan iklim investasi di daerah.

    Dalam pelaksanaannya, Sat Brimob Polda Sumatera Selatan menyiagakan Dapur Lapangan untuk menyediakan konsumsi bagi peserta aksi dan petugas. 

    Sementara itu, Bid Dokkes memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan kondisi fisik massa tetap prima selama kegiatan berlangsung. 

    Kehadiran fasilitas ini memberikan dampak positif terhadap situasi kamtibmas, di mana kondisi di lapangan tetap terkendali, tertib, dan kondusif. Pendekatan humanis ini juga memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya kelompok buruh.

    Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Susnadi, S.I.K mengatakan pelayanan dapur lapangan merupakan instruksi langsung pimpinan untuk memastikan Polri hadir secara nyata di tengah masyarakat.

    “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk melayani saudara-saudara kita para buruh. Dapur Lapangan dan layanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri agar kegiatan berjalan lancar dan humanis,” ujarnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menuturkan pengamanan Mayday 2026 merupakan representasi komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah.

    “Kami memastikan setiap kegiatan penyampaian pendapat berjalan sejuk dan tertib. Polda Sumsel memfasilitasi kebutuhan dasar peserta aksi agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” tegasnya.

    Hingga berakhirnya kegiatan, seluruh rangkaian peringatan Mayday 2026 di Kota Palembang berjalan aman dan lancar. Massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah aspirasi diterima, dengan pengawalan hingga kembali ke daerah masing-masing

  • Kapolda Sumsel Implementasikan Program Presisi Lewat Pendekatan Religi saat Kunjungi Ponpes Wali Songo 

    Kunjungi Ponpes Wali Songo, Kapolda Sumsel Implementasikan Program Presisi Lewat Pendekatan Religi

    MUSI RAWAS — Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui kegiatan silaturahmi kebangsaan bersama tokoh agama dan masyarakat di Pondok Pesantren Wali Songo, Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas, Rabu, 29 April 2026.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kunjungan tersebut sebagai bagian dari strategi pendekatan humanis Polri dalam merawat kebhinekaan serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

    Kegiatan ini dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, serta ratusan santri dan anggota Muslimat NU. Kehadiran Polri di lingkungan pesantren menjadi bentuk nyata sinergi dalam membangun ketahanan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.

    Dalam agenda tersebut, dilaksanakan istighosah bersama, tausiah kebangsaan, serta doa untuk keselamatan bangsa. Selain itu, Kapolda Sumsel juga membuka ruang dialog dengan para kiai dan ulama guna menyerap aspirasi masyarakat sebagai bagian dari pelayanan kepolisian yang inklusif.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Sinergi antara Polri dan ulama adalah fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri, untuk terus merawat kebhinekaan dan menjaga kerukunan sebagai kekuatan utama bangsa,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

    Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH. Hendra Zainuddin Al Qadar, dalam tausiahnya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Sumsel yang dinilai mampu membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.

    “Pendekatan yang dilakukan Kapolda Sumsel menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat umat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif dan preemtif Polri dalam menjaga stabilitas keamanan.

    “Polda Sumsel akan terus mengedepankan kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. Kebhinekaan adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Kegiatan silaturahmi kebangsaan ini menjadi wujud nyata implementasi Polri Presisi yang humanis, sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

    Melalui sinergi yang terbangun dengan komunitas pesantren, Polda Sumatera Selatan memastikan stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan tetap terjaga guna mendukung seluruh agenda pembangunan nasional. 

  • Dukung Ketahanan Energi, Polda Sumsel Kawal Tata Kelola Sumur Minyak Warga

    Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

    Dokumentasi Polda Sumsel

    Palembang. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat dukungan terhadap agenda ketahanan energi nasional melalui pengawalan transformasi tata kelola sumur minyak masyarakat. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha migas yang legal, aman, dan berkelanjutan di wilayah Sumsel.

    Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam Rapat Koordinasi Dukungan Forkopimda terkait penerapan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 14 Tahun 2025. Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan daerah dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, sekaligus memperbaiki tata kelola aktivitas migas masyarakat yang selama ini masih berlangsung di luar sistem legal.

    Kapolda Sumsel menegaskan, Polri siap mengawal perubahan paradigma dari aktivitas ilegal menuju sistem legal berbasis regulasi. Menurutnya, legalisasi sumur minyak masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, namun juga menjamin keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta stabilitas keamanan wilayah.

    “Polri siap mendukung penuh transformasi ini. Namun, seluruh aktivitas harus memenuhi standar keamanan, kualitas produksi, dan pengelolaan lingkungan. Ini penting agar masyarakat terlindungi dan kegiatan ekonomi berjalan berkelanjutan,” jelas Kapolda Sumsel dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/26).

    Polda Sumsel akan terlibat aktif dalam tim gabungan lintas sektor sesuai amanat regulasi. Dalam hal ini, anggota Polri berperan melakukan pembinaan masyarakat, pengawasan keamanan operasional, hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut ia memaparkan, transformasi tata kelola ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil migas. Melalui skema legal yang melibatkan BUMD, koperasi, maupun UMKM, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung tanpa dibayangi risiko hukum maupun keselamatan kerja.

    Selain itu, Kapolda Sumsel juga mendorong percepatan pembentukan pilot project sebagai model percontohan tata kelola migas rakyat yang ideal. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan secara terstruktur dan berkelanjutan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah percontohan dalam tata kelola migas rakyat yang modern, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta kepentingan nasional.

    “Kami berkomitmen memastikan proses transformasi ini berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Polda Sumsel akan terus mengawal agar seluruh potensi sumber daya alam dapat dikelola secara legal dan berkelanjutan,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Melalui pendekatan pengawasan berbasis teknologi dan strategi humanis, Polda Sumsel bersama Satgas Terpadu akan terus memantau aktivitas di lapangan. Penertiban difokuskan pada kegiatan di luar skema legal guna menjamin keamanan investasi serta keberlanjutan sektor energi di Sumatera Selatan.

  • Wakapolda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong

    Wakapolda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong

    Bekasi — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono meninjau sekaligus memimpin penebaran benih ikan tahap kedua di tambak Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya.

    Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Metro Bekasi, Dirpolairud, Irwasda Polda Metro Jaya, serta H. Zaini Sidi selaku pemilik lahan yang bekerja sama dalam program ketahanan pangan.

    “Pada tahap kedua ini kami menebarkan benih ikan nila dan mujair sebanyak 21.000 ekor serta ikan bandeng sebanyak 16.000 ekor. Tahap pertama sebelumnya sudah panen untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG,” kata Brigjen Dekananto Eko Purwomo.

    Selain perikanan, Polda Metro Jaya juga mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Sebanyak 8.000 bibit semangka dan 100 pohon mangga ditanam, serta 1.000 butir telur ayam telah dipanen untuk didistribusikan ke SPPG dan masyarakat.

    Sebelumnya, Wakapolda juga meninjau greenhouse SPPG Palmerah yang mengembangkan sistem bioflok dan budidaya sayuran seperti pakcoy 180 kg, sawi 120 kg, dan selada 120 kg, serta ikan nila, lele, dan patin.

    “Seluruh hasil ini akan kami distribusikan ke SPPG dan juga membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya.

    Sementara itu, H. Zaini Sidi menyebut kerja sama ini berdampak langsung bagi masyarakat. “Tahap awal sudah panen dan hari ini penebaran tahap kedua. Untuk semangka, insya Allah 60 sampai 70 hari sudah bisa dipanen,” katanya.

    Ia menambahkan, kerja sama akan diperluas dengan penanaman semangka dan timun di lahan 4 hektare, serta jagung seluas 50 hektare di wilayah lain. “Program ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi tenaga kerja maupun hasil panen,” pungkasnya.

  • Begini Reaksi Cepat Ditpolairud Polda Sulut Padamkan Kebakaran Kapal KM Maranatha 04

    Reaksi Cepat Ditpolairud Polda Sulut Padamkan Kebakaran Kapal KM Maranatha 04 di Perairan Bitung

    BITUNG – 15 April, 2026, Tim Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kesiapsiagaan dan kecepatan tinggi dalam menangani insiden kebakaran yang melanda kapal KM Maranatha 04. Insiden yang terjadi  sekitar pukul 05.44 WITA ini berlangsung di wilayah perairan Selat Lembeh, tepatnya di depan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kota Bitung.

    Mendapat informasi kejadian,  Ditpolairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., segera mengerahkan personel dan memerintahkan evakuasi serta penanganan darurat.

    Sigap Padamkan Api, Dua ABK Selamat

    Satu unit kapal patroli KP SBU XV 2003 yang dikomandani oleh Bripka Hanny Wantania beserta awak kapal segera dikerahkan menuju lokasi. Sesampainya di sana, diketahui kapal KM Maranatha 04 sedang bersandar atau berlabuh ketika api mulai muncul.
    Petugas langsung bertindak cepat melakukan pemadaman menggunakan peralatan pemadam kebakaran yang tersedia. Berkat ketangkasan dan kerja cepat tersebut, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum meluas ke bagian lain kapal.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada instalasi di atas kapal. Dalam insiden tersebut, dua orang Awak Kapal (ABK) yang sedang bertugas menjaga kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak mengalami luka-luka.

    Imbauan Keselamatan Pelayaran

    Situasi berhasil diamankan sepenuhnya dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun, penyebab pasti dan kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
    Sebagai bentuk tanggung jawab dan pencegahan, Ditpolairud Polda Sulut mengimbau seluruh Nakhoda dan awak kapal agar selalu melakukan pengecekan rutin.

    “Kami mengimbau agar selalu memastikan kondisi instalasi listrik serta seluruh peralatan keselamatan kapal dalam keadaan baik dan layak fungsi, guna mencegah terulangnya insiden kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.

  • Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Uang Palsu di Bogor, 12.191 Lembar Diamankan

    Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Uang Palsu di Bogor, 12.191 Lembar Diamankan

    Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di Bogor, Jawa Barat, dengan menangkap satu tersangka berinisial MP (39).

    Kabidhumas Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga edukasi agar masyarakat tidak menjadi korban. Hal ini penting karena peredaran uang palsu berpotensi merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

    Pengungkapan dilakukan pada 30 Maret 2026 di wilayah Kemang, Bogor. Dari tersangka, polisi menyita 12.191 lembar uang palsu serta sejumlah peralatan produksi seperti printer, kertas, dan alat pemotong.

    Modus yang digunakan adalah mencetak dan memotong uang agar menyerupai asli, kemudian menawarkan skema “penggandaan uang” untuk menarik korban. Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat yang ditindaklanjuti melalui penyelidikan.

    Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dengan menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) saat menerima uang, serta segera melapor melalui layanan Polisi 110 jika menemukan indikasi uang palsu.

    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+

  • Kapolda Sumsel Minta Jajaran Tak Antikritik: Juragan Kita adalah Masyarakat

    Kapolda Sumsel Minta Jajaran Tak Antikritik: Juragan Kita adalah Masyarakat

    Jakarta – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Sandi Nugroho mengatakan polisi harus bekerja untuk masyarakat. Dia menekankan masyarakat sebagai juragan atau atasan dari polisi.
    Arahan itu disampaikan Sandi dalam agenda rutin coffee morning bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel di Ruang Transit Gedung Presisi Polda Sumsel pada Kamis (2/4/2026). Dia mengingatkan kinerja kepolisian baru bisa dianggap baik saat masyarakat sudah merasa terlayani dan terlindungi.

    “Kita harus selalu ingat dan tanamkan, bahwa pelanggan kita, juragan kita adalah masyarakat. Boleh saja kita di internal merasa sudah bekerja dengan baik, tapi pada akhirnya yang berhak menilai adalah masyarakat sebagai ‘juragan’ kita,” kata Sandi.

    Sandi menekankan kepada seluruh jajaran Polda Sumsel untuk tidak antikritik terhadap masukan masyarakat. Dia meminta jajarannya proaktif membuka ruang diskusi dan mengundang berbagai elemen masyarakat untuk memberikan masukan langsung kepada Polda Sumsel.

    “Kita akan mengundang sejumlah komunitas masyarakat secara bergiliran, dari mulai yang soft, medium, sampai yang hard. Bahkan kelompok masyarakat yang selama ini gemar mengkritik polisi pun akan kita undang secara khusus. Kita tidak antikritik. Justru masukan tajam dari mereka adalah ‘cermin’ bagi kita untuk terus memperbaiki tata kelola kepolisian di lapangan,” urainya.

    Agenda coffee morning yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ini sendiri diawali dengan paparan teknis dari Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Sumsel, Kombes Budi Santosa. Di hadapan Kapolda dan para PJU, Budi membedah secara komprehensif mengenai tugas pokok dan fungsi bidang logistik Polri, serta optimalisasi penggunaan aset untuk menunjang kelancaran anggota di lapangan.

    Seluruh kesiapan logistik, sarana, dan prasarana tersebut ditekankan harus bermuara pada satu tujuan utama: memberikan pelayanan yang maksimal dan responsif kepada masyarakat.

    Lebih lanjut, Kapolda Sumsel meminta Direktorat Intelijen Keamanan memfasilitasi ruang pertemuan tatap muka antara polisi dan warga guna merealisasi pendekatan humanis tersebut.

    “Jika kita sudah bersinergi, mendengar langsung dari masyarakat selaku ‘juragan’ kita, kita bisa meredam berbagai potensi konflik sejak dini. Harapannya, ketika kita membutuhkan dukungan dalam bertugas, masyarakat sudah merasa menjadi satu bagian tim pemelihara Kamtibmas bersama Polri,” pungkas Sandi.

  • Aksi Humanis Polisi Gendong Bayi Saat Shalat Id di Yogyakarta Banjir Pujian

    Aksi Humanis Polisi Gendong Bayi Saat Shalat Id di Yogyakarta Banjir Pujian

    Sebuah momen penuh kehangatan saat pelaksanaan Salat Idulfitri di Yogyakarta menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang anggota polisi dengan sigap membantu seorang ibu yang tengah kesulitan menggendong bayinya saat menjalankan salat.

    Kejadian itu berlangsung saat polisi tersebut sedang bertugas mengamankan jalannya ibadah Salat Id. Di tengah suasana khusyuk, ia melihat seorang ibu yang tetap berusaha melaksanakan salat sambil menggendong bayinya. Tanpa ragu, polisi itu segera menghampiri dan dengan penuh kehati-hatian mengambil alih bayi tersebut.

    Ia kemudian menggendong dan menjaga sang bayi hingga ibunya selesai menunaikan ibadah. Aksi sederhana namun tulus itu justru menyentuh banyak orang. Menariknya, bayi yang berada dalam gendongan polisi tampak tenang dan tidak rewel, seolah merasa nyaman dalam pelukan tersebut.

    Video ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @izzun_nafroni dan dengan cepat menyebar luas. Sejumlah akun lain, termasuk @kamiada.co, turut membagikan ulang momen tersebut dengan pesan penuh makna, mendoakan agar setiap niat baik dimudahkan.

    Respons warganet pun didominasi komentar positif. Banyak yang memuji sikap humanis dan kepedulian anggota polisi tersebut. Aksi ini dinilai sebagai wujud nyata pelayanan kepada masyarakat yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga empati.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas negara, ada sisi kemanusiaan yang mampu menyentuh hati banyak orang. Di momen penuh makna seperti Idulfitri, tindakan kecil seperti ini justru menghadirkan dampak besar dan menginspirasi.

  • Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026 serta Cipta Kondisi

    Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026 serta Cipta Kondisi

    BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mempertegas komitmennya dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kenyamanan mudik Lebaran melalui rilis hasil Operasi Pekat Semeru 2026 serta upaya Cipta Kondisi menjelang libur panjang Idulfitri 1447 H. Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (12/03/2026), Polresta Banyuwangi memaparkan keberhasilan mengungkap puluhan kasus kriminalitas sekaligus melakukan pemusnahan barang bukti skala besar.

    Operasi yang berlangsung selama 12 hari (25 Februari – 8 Maret 2026) ini bertujuan untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban (sitkamtibmas) tetap kondusif. Hasilnya sangat signifikan, yakni pengungkapan 59 Laporan Polisi (LP) dengan total 61 tersangka.

    Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait, memimpin langsung prosesi pemusnahan barang bukti yang menjadi atensi publik.

    “Operasi Pekat dan upaya Cipta Kondisi ini kami lakukan agar masyarakat Banyuwangi dapat menjalankan ibadah serta merayakan libur Idulfitri dengan rasa aman. Kami tidak ingin ada gangguan dari peredaran miras, narkoba, maupun aksi kriminalitas lainnya yang meresahkan,” tegas Kapolresta Banyuwangi.

    Berdasarkan data, rincian kasus yang berhasil diungkap meliputi:

    1. Minuman Keras Ilegal/Oplosan: 23 laporan dengan 23 tersangka.
    2. Perjudian: 19 laporan dengan 19 tersangka.
    3. Narkoba dan Okerbaya: 15 laporan dengan 16 tersangka.
    4. Premanisme : 1 laporan dengan 2 tersangka.
    5. Prostitusi : 1 laporan dengan 1 tersangka.

    Barang bukti yang dimusnahkan dalam momen tersebut sangat masif, di antaranya 15.668 liter miras jenis arak dan 1.080 botol miras bermerek. Selain itu, turut dimusnahkan puluhan knalpot brong hasil penertiban lalu lintas, yang selama ini menjadi keluhan utama warga karena suara bising yang mengganggu ketenangan lingkungan.

    Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah terlihat jelas saat jajaran Forkopimda ikut serta secara simbolis dalam pemusnahan miras dan pemotongan knalpot brong. Langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh stakeholder Banyuwangi terhadap langkah tegas kepolisian.

    Di sisi lain, dari tangan para pelaku narkoba, petugas menyita 203 paket sabu (berat bersih 62,84 gram), 1 paket ekstasi berisi 2 butir, serta 8.361 butir pil Trihexyphenidyl. Polisi juga mengamankan aset pendukung kejahatan berupa 32 unit ponsel, 5 unit sepeda motor, 1 unit mobil Toyota Kijang Innova, uang tunai senilai Rp3.793.000,-, 1 baju warna hitam IPSI, dan 286 barang bukti lainnya.

    “Cipta Kondisi ini akan terus berlanjut melalui Operasi Ketupat Semeru untuk mengawal arus mudik. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi penyakit masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing demi Idulfitri yang penuh berkah,” pungkas Kapolresta Banyuwangi. (*)